Monday, December 7, 2015

Bercocok Tanam Terpadu Padi dan Bebek

Bercocok Tanam Terpadu Padi dan Bebek Pertanian saat ini menjadi delema tersendiri tanaman mudah terjangkit penyakit tanaman. Telah banyak menggunakan pestisida dan erbisida untuk menigkatkan produksi tanaman namun, yang terjadi adalah produksi malahan menurun dan hasil pertanian juga menyebabkan berbagai penyakit zat kimia pada herbisida dan pestisida yang digunakan yang terserap oleh tanaman sehingga apabila dikonsumsi akan menyebabkan timbulnya zat penyebab penyakit.

Perlunya pertanian sebuah pemikiran untuk menciptakan system atau proses pertanian yang baik untuk lingkungan, tanaman dan manusia itu sendiri. Salh satu sitem pertanian yang baik untuk pertanian adalah pertania terpadu padi dan bebek. Jika dipikir memang sangat tidak diakal dan mungkin berfikir bahwa bebek akan merusak tanaman namun, sisem ini telah dilakukan penilitian Furunao San, seorang petani yang mengabdikan hidupnya selama 12 tahun untuk penilitian pertanian terpadu ini dan ternyata sangat baik untuk diterapkan.



Awal mulanya pertanian terpadu padi dan bebek disebabkan Furuno beternak bebek persilangan bebek liar dan bebek Aigamo. Bebek yang digunakan untuk pertanian ini sebaiknya bebek berbadan kecil, angsa tidak cocok untuk ini sebab angsa senang memakan dau padi. Adapu cara yang digunakan dalam pertanian terpadu ini adalah sebagai berikut:

  1. Sawah padi ditutup dengan pagar bambu, jaring, aliran listrik, dan bahan-bahan lainnya. Penutupan sawah ini bertujuan untuk menjaga bebek dari terkaman predator (pemangsa bebek) dan mencegah bebek lepas keluar sawah.
  2. Satu sampai dua minggu setelah penanaman bibit padi, anak bebek yang berumur 1-2 minggu dilepas di sawah dengan jumlah yang proporsional yaitu 20-30 ekor per 10 are. 
  3.  Anak bebek dipelihara dengan cara melepaskannya di sawah baik siang maupun malam sampai dengan saatnya bulir padi terbentuk (di Jepang sekitar 2-3 bulan). Seperti dilakukan di pedesaan di Negara Asia pada umumnya bebek hanya dilepas di sawah pada siang hari saja kemudian digiring masuk kandang pada sore hari dengan alasan untuk mencegah bebek tersebut dicuri orang.

Untuk percobaan, dilepaskan anak Aigamo di sawah padi setelah penanaman bibit padi. Anak bebek akan berenang keseluruh penjuru sawah padi, dengan rakus memakan rumput liar (gulma), serangga, katak, berudu dan lumpur di sawah padi. Anak bebek ini akan tumbuh dengan cepat. Tanaman padinya akan terbajak dengan baik, keluar cabang dengan baik, dan tumbuh dengan pesat.

0 comments:

Post a Comment